Showing posts with label Distribusi. Show all posts
Showing posts with label Distribusi. Show all posts

Bupati Gorontalo Pimpin Sireg DKP Wilayah Timur 2015

Dewan Ketahanan Pangan (DKP) telah menyelenggarakan Sidang Regional (Sireg) DKP Kabupaten/Kota Wilayah Timur (Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali) pada tanggal 1-3 Juli 2015 di IPBInternational Convention Center (IICC), Bogor – Jawa Barat. Sireg dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian yang didampingi oleh Sekretaris BKP selaku Ketua Panitia dan Walikota Bogor selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Hadir dalam Sireg para Bupati dan Walikota selaku Ketua DKP Kabupaten/Kota, Sekretaris DKP Kabupaten/Kota, Sekretaris DKP Provinsi, Pokja Ahli dan Pokja Khusus DKP, serta Pokja DKP Kabupaten/Kota. Sireg DKP Wilayah Timur tahun ini dipimpin oleh Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib selaku Ketua Sidang, Bupati Pegunungan Arfak selaku Wakil Ketua, dan Kepala BKP Maluku Tenggara selaku Sekretaris Sidang.
Sebelumnya, DKP telah menyelenggarakan Sireg DKP Barat pada tanggal 24-26 Juni 2015 di lokasi yang sama. Pelaksanaan Sireg ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2006 tentang Dewan Ketahanan Pangan dimana forum konsultasi dan koordinasi pangan ini dilaksanakan sedikitnya sekali dalam satu tahun. Tujuan dari Sireg DKP ini ialah sebagai upaya sinkronisasi kebijakan dan program ketahanan pangan di tingkat pusat dengan daerah. Dari kedua Sireg ini telah dirumuskan kesepakatan bersama para Bupati dan Walikota sebagai bentuk komitmen Kepala Daerah dalam pembangunan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan nasional di daerah khususnya terkait dengan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.
Beberapa poin hasil pembahasan tema Mewujudkan Swasembada Pangan Untuk Mencapai Ketahanan Pangan Dan Gizi Serta Menghadapi Persaingan Pasar Global ini antara lain mengenai (1) pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di daerah dalam mewujudkan ketersediaan pangan perlu didukung oleh pemerintah pusat, (2) pembangunan infrastruktur dan kemudahan perizinan dilakukan sebagai upaya penguatan dalam aspek keterjangkauan pangan, serta (3) peningkatan daya saing dan nilai tambah produk pangan dalam menghadapi MEA dan pemenuhan gizi konsumsi pangan. Disamping itu, pembahasan terkait dengan pembentukan kelembagaan pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang  Pangan menjadi isu sentral dalam Sireg DKP 2015. Selanjutnya hasil dari Sireg DKP 2015 ini akan menjadi bahan perumusan kebijakan pada forum para Gubernur selaku Ketua DKP Provinsi di Konferensi DKP mendatang.
Sementara itu, Menteri Pertanian dalam dialog dengan peserta Sireg menyampaikan bahwa pembangunan pertanian dan ketahanan pangan serta gizi perlu dikerjakan dengan sangat baik dan tersinergi sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masa depan generasi bangsa, khususnya dalam pembangunan kedaulatan pangan.
(sumber : http://bkp.pertanian.go.id)


Share:

Pola diversifikasi pangan masyarakat meningkat


Pola masyarakat Kabupaten Gorontalo engkonsumsi makanan pokok yang beragam, bergizi dan berimbang nampak alami peningkatan. Hal itu diukur dari skor pola pangan harapan (PPH), yakni kegiatan Pemerintah dalam mengukur  pola pemenuhan kebutuhan makanan pokok ditingkat masyarakat.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, Femiwaty Umar menyatakan, capaian PPH di Kabupaten Gorontalo hasil survey tahun 2014 mencapai 83,5 sedangkan dan tahun 2013 sebesar 83,3. “Skor dua tahun terkahir menandakan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam meragamkan pola konsumsi makanan”, kata dia.

Pola kon
sumsi tersebut, tambah Femy, telah mendukung upaya pemerintah dalam hal ketersediaan pangan daerah, sehingga otomatis konsumsi gizi masyarakat pun menjadi beragam dan berimbang. “Pola ini akan terus dibina, bahkan program pemanfaatan pekarangan terus digalakkan melalui kelompok-kelompok masyarakat ditingkat desa, apalagi didukung oleh program TP. PKK”, ungkapnya.

Terhadap pemenuhan gizi keluarga, Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam pencapaiannya memang didukung oleh program-program TP. PKK Kabupaten Gorontalo yang getol dengan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui 10 programnya. Tak heran jika kesadaran para anggota PKK dalam mengkonsumsi kelompok pangan dalam PPH berhasil mendorong diversifikasi makan di tingkat masyarakat.

Program kerja PKK sendiri diakui telah menyentuh masyarakat dari tingkat bawah, sehingga tak heran jika organisasi ini  memiliki andil membangkitkan partisipasi dan sumbangsih terhadap ketahanan pangan daerah. “Salah satu contoh saja adalah kegiatan lomba cipta menu, ini bentuk sosialisasi konsumsi pangan beragam, bergizi dan berimbang, serta aman kepada masarakat luas, terutama bagi anggota keluarga sebagai penentu dalam pemilihan menu keluarga”, ungkap Femiwaty.


Share:

Sinkronisasi Persiapan Program Dan Kegiatan Ketahanan Pangan TA. 2015 Tingkat Kabupaten

Pertemuan Evaluasi Ketahanan Pangan TA. 2014 dan Sinkronisasi Persiapan Program dan Anggaran Tingkat Kabupaten/Kota TA. 2015 dilaksanakan tanggal 28-30 Januari 2015 dan 4-6 Februari 2015, di Pusat Pendidikan Manajeman dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Ciawi, Bogor, dibuka oleh Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan, dan dihadiri oleh Perwakilan dari Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, dan Pakar dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSE KP) - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian.
Share:

Wabup : Aneka Ragam Pangan Tingkat Ketersediaan

Kegiatan Apresiasn Ketahanan Pangan
Limboto- Wakil Bupati Tony S. Junus mengatakan, hak atas pangan sebagai salah satu hak yang paling mendasar, merupakan hak untuk mendapat akses yang teratur, tetap dan bebas, baik secara langsung atau dengan membeli atas pangan yang memadai dan cukup baik secara kualitatif dan kuantitatif yang berhubungan secara langsung pada tradisi masyarakat, di mana suatu konsumsi itu berasal," Penganekaragaman pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, begizi, seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal," tutur Wakil Bupati Tony S. Junus saat membuat apresiasi pangan tingkat Kabupaten Gorontalo di gedung Kasmat Lahay, rabu (17/12) kemarin, tony mengatakan, upaya pemenuhan hak atas pangan tidak bisa hanya dilihat dengan pendekatan teknis, tapi juga harus dibaca dengan menggunakan kacamata ekonomi politik dalam kondisi sosial, dimana terdapat beragam relasi yang paling mempengaruhi didalamnya, baik individu dengan individu, dengan sistem kelompok masyarakat," secara umum upaya penganekaragaman pangan sanga penting untuk dilaksanakan secara masal, mengingat trend permintaan terhadap beras kian meningkat, seiring dengan derasnya pertumbuhan penduduk, semakin terasanya dampak perubahan iklim adanya efek pemberian beras bagi keluarga miskin (raskin), sehingga semakin mendorong masyarakat yang sebelumnya mengonsumsi pangan pokok selain beras menjadi mengkonsumsi beras (padi), serta belum optimalnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber pangan pokok bagi masyarakat setempat," jelas wabup.
Wabup berhatap dengan kegiatan apresiasi ketahanan pangan sekarang ini kami selaku pemerintah daerah lebih meningkatkan penyediaan pangan bagi masyarakat miskin atau rawan pangan terkena rawan pangan, untuk menjamin pasokan pangan yang stabil dan antar daerah. secara terpisah Kepala Badan Ketahanan Pangan Femmy Wati Umar dalam laporannya mengatakan, peserta yang hadir pada saat itu adalah kelompok P2KP/KRPL, Tahun 2011 - 2014 yang terdiri dari 35 Kelompok satu kelompok mempunyai anggota berkisar antara 20 sampai 30 orang. "Tujuan kegiatan P2KP yaitu meningkatkan kesadaran dalam mewujudkan pola konsumsi pangan serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan pokok beras, meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penghasil sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral untuk konsumsi keluarga dan mendorong pengembangan usaha pengolahan pangan sumber karbohidrat selain beras dan terigu,"pangkasnya.
Share:

KK Miskin Dapat Cadangan Pangan

Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam pelaksanaan Goverment Mobile telah menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada  masyarakat miskin, yang mengalami rawan pangan di Kecamatan Batudaa. Hal itu setelah dilakukannya analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi, oleh Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo.
Dalam pelaksanaan Goverment Mobile di Kecamatan Batudaa, KK Miskin rawan pangan penerima saluran cadangan beras tersebut masing-masing sebanyak 120KK atau sejumlah 1.200 Kg Beras. Yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah kabupaten Gorontalo Hadijah U. Teyab, Jumat (12/9) kemarin di Aula Kantor Desa Barakati.
Sekretaris Daerah Kabuaten Gorontalo Hadijah U. Tayeb mengatakan, Keberhasilan Pembangunan Nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumberdaya manusia, yang memiliki fisik yang tangguh, mental kuat, kesehatan yang prima dan pikiran yang cerdas. Ini sangat ditentukan oleh asupan gizi yang baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. “Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah, melaksanakan penganekaragaman pangan menuju konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” Ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan Femmy Waty Umar.
Ia menamabahkan, penyaluran cadangan pangan pemerintah kepada  masyarakat miskin yang mengalami rawan pangan di Kecamatan Batudaa juga merupakan hasil dari digelarnya rapat koordinasi pokja Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Gorontalo  yang membahas sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) masyarakat penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Gorontalo pada dua pekan kemarin. “Data ini merupakan hasil verifikasi tim pelaksana cadangan pangan pemerintah, yang terdiri dari beberapa satuan kerja terkait,”pungkas Femmy.
Share:

Penyaluran Cadangan Pangan Tahap III di Bahas

Kecamatan Bilato dan Biluhu terindikasi rawan pangan. Ini terungkap dari pelaksanaan rapat koordinasi penyaluran cadangan pangan pemerintah Kabupaten Gorontalo berlangsung selasa (29/1) kemarin di ruang Sekretaris Daerah kabupaten Gorontalo.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, Femmy Wati Umar, M.Sc menjelaskan setelah diadakan pemetaan oleh setiap satuan kerja terkait, maka penyaluran cadangan pangan ini diarahkan untuk untuk memenuhi kebutuhan para KK Miskin di Kecamatan Biluhu dan Bilato. Hal ini sesuai kriteria dan kategori kerawanan. Untuk kecamatan Bilato terdapat 1.632 KK miskin dan Kecamatan Biluhu sejumlah 1.232 KK miskin. “Karenanya untuk mengantisipasi rawan pangan di dua kecamatan itu, untuk triwulan ini pemda akan menyalurkan sisa cadangan pangan yang tersedia,” Ungkap Femmy.

Femmy Menambahkan, untuk posisi sisa cadangan kita berupa beras mencapai 11.927,7 Kg beras setelah diadakannya penyaluran Tahap II bulan Januari – Februari 2014 sejumlah 3.620 Kg beras pada masyarakat miskin pasca bencana. Terhadap sasaran pengelolaan cadangan pangan tersebut, Femmy menambahkan sasarannya adalah keluarga miskin dengan beberapa kriteria, yakni kerawanan pangan pasca bencana. “Adanya gejolak harga yang signifikan diatas 10% lebih dari satu minggu, rawan pangan pada daerah terisolir dalam kondisi darurat bencana dan rawan pangan kronis karena kemiskinan, “ Jelas Femmy.

Sementara itu Sekretaris Daerah Hadijah U. Tayeb yang memimpin rapat koordinasi ini menjelaskan terhadap penyaluran cadangan pangan untuk KK miskin triwulan II, ditekankan penyalurannya harus dilakukan pasca wilayah kategori rawan pangan. “Karenanya pada kesempatan kemarin seluruh pelaksana bekerja keras memetakan wilayah sasaran agar cadangan pangan daerah benar-benar menyentuh sasaran, “ Jelas Hadijah. Adapun tim pelaksana yang diberi tanggung jawab melakukan pemetaan itu masing-masing dinas sosial,Inspektorat, Dinas Kesehatan, BPS, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Koperindag, BPBD, BP4K dan Bappppeda.

Share:

Gudang Cadangan Pangan Pemerintah

Pemerintah kabupaten gorontalo sejak tahun 2012 memiliki Gudang Cadangan Pangan pemerintah (Gudang CPP) yang diadakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan di anggarkan melalui dana APBD, Gudang cadangan pangan pemerintah ini merupakan wadah untuk menampung cadangan pangan yang dibeli dari kelompok tani  dan kemudian di salurkan ke daerah-daerah yang rawan pangan pasca bencana, rawan pangan akibat gejolak harga dan rawan pangan transien khususnya pada daerah terisolir. Pada Tahun 2013 melalui Pemerintah Kabupaten Gorontalo Badan Ketahanan Pangan mendapat anggaran kegiatan pengelolaan cadangan pangan sebesar Rp. 170.999.580,00 dan telah di realisasikan sebesar Rp. 170.999.580,00 atau 100%.Untuk cadangan pangan pemerintah ini, sudah beberapa kali disalurkan ke desa-desa yang rawan pangan pasca bencana, rawan pangan akibat gejolak harga dan rawan pangan transien. pada bulan desember tahun 2013 penyaluran di laksanakan di kecamatan limboto barat dan telaga, KK miskin rawan pangan yang menerima saluran cadangan beras  tersebut sebanyak 325 KK untuk Limboto Barat dan untuk Kecamatan Telaga sebanyak 341 KK. 
Untuk penyaluran tahap berikutnya salurkan ke desa - desa yang terkena musibah banjir dan desa-desa rawan pangan yaitu desa Ombulo (10 KK), Desa Molohu (10 KK), Desa Suka Makmur (16 KK), Desa Makmur Abadi (54 KK), Desa Suka Makmur Utara (19 KK), Desa Margo Mulyo (68), dan Desa Gandasari (85) Kecamatan TOlangohula serta Desa Tilote (100 KK) Kecamatan Boliyohuto,dimana setiap KK mendapat bantuan sebanyak 10 Kg Beras Cadangan Pangan Pemerintah. total penerima bantuan cadangan pangan pemerintah  untuk tahap ke II sebanyak 362 KK atau sebanyak sebanyak 3.620 Kg. 

Untuk posisi persediaan beras dapat dipantau melalui website kami ini.
Share:

BKP Kabgor Dapat Nilai A

Baru dua pekan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menerima penghargaan Government Awards 2014 di bidang kategori perempuan & anak yang diterima Bupati Gorontalo di Ballrom Puri Ratna Grand Sahid Jaya Hotel, Sudirman Jakarta. Kini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo tanggal 25 maret 2014, menerima surat dari Kepala Kementerian Pertanian Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pusat Jakarta Achmad Suryana, dengan Nomor : 80/KP.110/K/2014 tentang apresiasi pemerintah pusat terhadap capaian kinerja BKP Kabupaten Gorontalo telah mencapai target tertinggi dan melampaui batas standar penilaian pemerintah pusat. Atas penilaian kinerja Pemerintah Gorontalo dari berbagai indikator dan parameter.
Kementerian Pertanian Badan Ketahanan Pangan Pusat menilai, BKP Kabupaten Gorontalo dalam berbagai indikator dan parameter, mulai dari penyerapan anggaran, laporan sistem monitoring dan evaluasi, Laporan UKP4 dan bentuk kelembagaan unit ketahanan pangan, yang dari 4 indikator dan parameter tersebut pemerintah pusat sodorkan atau memberikan nilai A atau Sangat Baik dengan bobot 100%. Dilansir, dalam surat tersebut Achmad Suryana mengatakan, berdasarkan hasil penilaian dari empat indikator, untuk itu kami menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja tersebut, kami mengharapkan untuk dapat dipertahankan bahkan untuk lebih ditingkatkan lagi. “Dikarenakan kinerja ini adalah termasuk kualitas dan tata kelola yang good governance, “ ungkap achmat.
Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib mengatakan, atas penilaian tersebut dirinya bersyukur dan mengucapkan rasa terima kasih atas penilaian terbaik oleh kementerian pusat. Keberhasilan setiap program apapun dari pemerintah sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat.

“Predikat penilaian termaik membukatikan upaya serius yang dilakukan pemerintah daerah selama ini, penghargaan bukan jadi suatu kebanggaan, namun harus jadi cambuk bagi penerimanya untuk dipertahankan dan yang terpenting tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyrakat” ungkap bupati. Hal yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Femmy Wati Umar mengungkapkan, keberhasilan setiap program khusus dalam bidang ketahanan pangan di daerah ini sebelumnya juga telah mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pusat.
Share:

Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan

Guna mewujudkan ketahanan pangan daerah & rumah tangga dalam rangga pembangunan yang modern, tangguh dan efisien menuju masyarakat yang sejahtera, dewan ketahanan pangan (DKP) mengelar rapat koordinasi DKP yang di pimpin langsung oleh Ketu Harian DKP Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Hen Restu, di ruang pola Kantor Bupati Gorontalo, selasa (11/3) kemarin.Aissten II Hen Restu menyatakan setiap waktu banyak hal bias menyebabkan krisis ketersediaan pangan dan gizi. Karenanya ia menegaskan data analisa ketersediaan pangan secara kentinyu harus dilakukan, sehingga menuntut kerja sama SKPD terkait bergandeng tangan atas terpenuhinya pangan bagi masyarakat. “ Berbagai kondisi bisa saja memungkinkan suatu daerah kekurangan pangan. Untuk mengantisipasinya evaluasi terus harus dilakukan, menjadi tugas kita bekerja giat mengoroyok persoalan ini sehingga kita pun bias menjamin ketersediaan pangan dan gizi bagi masyarakat,” ujar Hen Restu. Dalam rapat evaluasi kemarin, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo yang bertanggung jawab mengkoordinasikan masalah tersebut bersama lintas sektor di Pemkab Gorontalo. Ia menambah, struktur Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo sendiri terdiri dari lintas sektor instansi terkait peningkatan pangan daerah, yang diharapkan dapat memaksimalkan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Setiap pokja diharapkan, saling terintegrasi dalam meningkatkan empat aspek yang menjadi sasaran utama DKP, yakni aspek produksi, distribusi, kualitas pangan dan pemberdayaan masyarakat. “untuk mencapai itu semua kita harus mampu menjalankan strategi sehingga, masalah pemenuhan gizi ditingkat rumah tangga ditahun ini secara terus menerus bias terpenuhi,” tutup Hen Restu.
Share:

Penyerahan Cadangan Pangan


Sebanyak 666 Kepala Keluarga (KK) miskin rawan pangan dapat cadangan pangan. Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyalurkan cadangan pangan pemerintah tahun 2013 kepada masyarakat miskin yang mengalami rawan pangan. Hal ini telah dilakukannya analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) oleh Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo kemarin.
Hingga bulan Desember kini, KK miskin rawan pangan menerima saluran cadangan beras di dua Kecamatan tersebut masing – masing Kecamatan Limboto Barat sebanyak 325 KK dan untuk Kecamatan Telaga sebanyak 341 KK.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Ir.Femmy Wati Umar,M.Sc mengutarakan, beberapa masyarakat miskin di Kecamatan Limboto Barat dan Kecamatan Telaga masuk dalam dua indikator rawan pangan yakni kurangnya ketersediaan pangan serta kurangnya pemanfaatan pangan. “Mereka yang masuk dua indikator rawan pangan telah diberi cadangan pangan pemerintah tahun ini. Data ini merupakan hasil verifikasi tim pelaksana cadangan pangan pemerintah yang terdiri dari beberapa satuan kerja terkait, “uangkap Femmy.

Untuk penanganan keluarga rawan pangan tersebut, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo telah menyalurkan 6.662 kg selang desember tahun ini. Kita syukuri adanya lumbung cadangan pangan Kabupaten Gorontalo yang dibangun tahun 2012 kemarin mampu mengantisipasi adanya keluarga miskin yang rawan pangan. “sehigga masalah darurat pangan maupun gejolak harga mampu kita antisipasi,”tandas Femmy Wati Umar. 

Share:

Peringkat Ke 3 Lomba Blog Tingkat SKPD Se-Kabupaten Gorontalo

Dengan mengucap syukur Kepada Allah S.W.T Akhirnya Blog Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Gorontalo  mendapat peringkat Ke 3 Lomba Website dan Blog Tingkat SKPD dalam rangka HUT ke 340 Kabupaten Gorontalo yang di selenggarakan oleh Dinas Periwisata Budaya Komunikasi dan Informasi. Pengumuman kejuaraan lomba dilaksanakan kemarin, sabtu 22/11/2013 di Gedung Martin Liputo. Meskipun Kami tidak menyangka akan masuk pada peringkat ke 3, karena blog ini tampilannya hanya biasa dan masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penyajian informasi serta banyaknya blog-blog SKPD Kabupaten Gorontalo yang tampilannya lebih bagus dari kami, Peringkat ke 3 sudah cukup bagi kami yang masih baru dalam penyampaian informasi, blog kami ini masih seumur jagung kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Ir. Femmy Wati Umar, M.Sc.
Share:

Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Bidik APN 2013

Guna mendukung dan mewujudkan kedaulatan, kemandirian serta ketahanan pangan pada berbagai tingkatan dan jenis usaha, terutama pada pemberian penghargaan Adhiyakarya Pangan Nusantara (APN) tahun 2013, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Hen Restu menggelar rapat Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di ruang pola kantor Bupati Gorontalo, Kamis (01/08) Hadir dalam rapat itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Femmy Waty Umar, Para Camat Se- Kabupaten Gorontalo dan SKPD terkait dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo. Hen Restu mengatakan, DKP harus mampu menumbuhkan atau mendorong semangat, kreativitas, dan partisipasi masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan kemadirian dan ketahanan pangan. "Kita harus memberikan motivasi kepada aparatur pemerintah untuk memacu daerah dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan didaerah, sehingga apa yang menjadi syarat dalam kategori pemberian pengahargaan Adhikarya pangan nusantara 2013 dapat terwujud seperti halnya ditahun 2012 kemarin”, ungkap ia. Ditambahkan pula, keberhasilan setiap program apapun dari pemerintah sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyararakat. “Khusus dalam bidang ketahanan pangan didaerah ini ditahun 2012 kemarin patut menjadi contoh, dimana telah mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pusat dengan diterimanya Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2012, untuk kategori pembina ketahanan pangan, diterima langsung Bapak Riyono Marsono Kepala Desa Sidodi dan Hj. Sulastry Modjo sebagai ketua gapoktan pandan wangi kecamatan telaga biru”, urai Hen Restu. Dalam laporannya Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Femmy Waty Umar mengatakan, penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) dilaksanakan dalam rangka memberikan pengakuan dan apresiasi kepada masyarakat dan aparatur pemerintahan atas upaya dan menghasilkan karya yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan, Pada tahun 2013 ini, Penghargaan APN akan diberikan kepada 100 penerima yang tersebar dalam 5 (lima) kategori yaitu Pelopor Ketahanan Pangan, Pemangku Ketahanan Pangan, Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, Pelayanan Ketahanan Pangan, Pembina Ketahanan Pangan. “Penjaringan dan penyeleksian terhadap prestasi stakeholder pembangunan ketahanan pangan dilaksanakan secara ketat sehingga diperoleh calon penerima penghargaan APN yang mumpuni sesuai dengan yang diatur dalam Pedoman Umum dan Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Penghargaan APN Tahun 2013 oleh Pemerintah Pusat.
Share:

Tri Guna Makanan

Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan dalam tubuh. Gizi (nutrisi) merupakan suatu substansi biokimia yang digunaka tubuh dan harus diperoleh dengan jumlah yang cukup dari makanan yang kita makan. Gizi terdiri atas kelompok makronutien dan mikronutrien. Kelompok makronutrien merupakan kelompok zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif besar (ukuran gram) seperti karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan kelompok mikronutrien adalah kelompok gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif kecil (mikrogram atau milligram) seperti vitamin dan mineral.

Makanan yang berimbang dan beragam adalah makanan yang menjamin kecukupan energi, protein, vitamin, mineral dan serat makanan yang penting bagi tubuh. Makanan bergizi, berimbang, dan beragam ini berpedoman pada ?Empat Sehat Lima Sempurna? dari Prof Poerwo Soedarmo, ?Triguna Makanan? dan ? 13 Pedoman Umum Gizi Seimbang? sehingga pedoman sederhana ini bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk mendapat status gizi serta kesehatan yang baik.

Pengertian Triguna makanan adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung (1) karbohidrat dan lemak sebagai zat tenaga; (2) protein sebagai zat pembangun; dan vitamin serta mineral sebagai zat pengatur. Sementara ?13 Pedoman Umum Gizi Seimbang? berisi pesan-pesan untuk mencegah masalah gizi ganda dan mencapai gizi seimbang guna menghasilkan sumberdaya yang handal.

1. Sumber zat pembangun : ikan, telur, ayam, daging, susu, keju, kacang-kacangan, tempe, tahu, oncom

2. Sumber zat pengatur : sayuran dan buah-buahan

3. Sumber energi : beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti, mie, pisang dan lain-lain
Share:

SOP Pelayanan Gapoktan

Share:

LDPM

Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat


Dasar Hukum
Keputusan Kepala Badan Ketahanan Pangan Nomor : 11/Kpts/OT.140/K/02/2009 tentang Pedoman Umum Kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (Penguatan-LDPM) Tahun 2009.

Permasalahan petani pada usaha tanaman pangan (padi)
  1. rendahnya posisi tawar terutama pada saat panen raya sehingga terpaksa menjual produknya dengan harga rendah;
  2. rendahnya nilai tambah produk pertanian karena terbatasnya kemampuan untuk mengolah hasil pertanian;
  3. keterbatasan modal untuk melaksanakan kegiatan usaha;
  • keterbatasan akses pangan (beras) saat paceklik karena tidak mempunyai cadangan pangan yang cukup.

Tujuan dan Sasaran :
  1. Tujuan dari kegiatan Fasilitasi Penyaluran DPM LUEP/Penguatan LDPM untuk Pembelian Gabah Petani adalah :
  2. Meningkatkan kemampuan kelembagaan Gapoktan untuk mengembangkan unit usaha distribusi hasil pertanian yang mencakup pembelian, penyimpanan, pengolahan dan penjualan hasi pertanian dalam rangka mendorong stabilisasi harga pangan strategis;
  3. Meningkatkan kemampuan Gapoktan mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian melalui pengeringan/penggilingan/pengepakan gabah/beras dalam rangka meningkatkan posisi tawar dan nilai tambah produk pertanian.
  4. Meningkatkan kemampuan Gapoktan mengembangkan unit cadangan pangan untuk menyimpan pangan (gabah/beras) dalam rangka memenuhi kebutuhan anggotanya;
  5. Meningkatkan kemampuan unit usaha distribusi hasil pertanian atau unit usaha pemasaran milik Gapoktan dalam mengembangkan jejaring distribusi pangan dengan mitra di luar wilayahnya.

Sasaran dari pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Penyaluran DPM LUEP/Penguatan LDPM untuk Pembelian Gabah Petani Tahun 2009 adalah 49 Gapoktan di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Indikator Keberhasilan :
  1. Harga gabah/beras di wilayah  Gapoktan stabil terutama pada saat panen raya ;
  2. Tersedianya gabah/beras di gudang untuk cadangan pangan ;
  3. Meningkatnya volume pembelian dan penjualan gabah/beras di 49
Strategi Kegiatan :
Strategi yang dilakukan dalam kegiatan Fasilitasi Penyaluran DPM LUEP/Penguatan LDPM untuk Pembelian Gabah Petani meliputi :
  1. Memberikan dukungan kepada unit usaha Gapoktan untuk memperkuat kemampuan mengelola distribusi hasil panen anggotanya secara berkelanjutan ;
  2. Memperkuat kemampuan Gapoktan dalam mengembangkan usaha pengolahan untuk meningkatkan posisi tawar dan nilai tambah produk pertanian dan ;
  3. Memperkuat kemampuan Gapoktan dalam mengelola cadangan pangan yang mudah diakses dan tersedia setiap waktu secara berkelanjutan
Share:

Tugas dan Fungsi Bidang Distribusi Pangan

Bidang Distribusi Pangan mempunyai tugas membantu Kepala Badan Ketahanan Pangan dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Distribusi Pangan.

 Bidang Distribusi Pangan mempunyai fungsi :

a.      Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pengkajian distribusi pangan dan harga ;

b.      Menyiapkan bahan perumusan kebijakan operasional kelembagaan distribusi pangan masyarakat ;

c.      Menyiapkan bahan pemantauan distribusi dan harga pangan ;

d.      Menyiapkan bahan pengkajian kelembagaan distribusi pangan masyarakat ;

e.      Melaksanakan kegiatan identifikasi distribusi pangan ;

f.       Melaksanakan pemetaan akses distribusi pangan ;

g.      Melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi dalam melaksanakan kegiatan ;

h.      Melaksanakan tugas lain sesuai tugas kedinasan ;
Share:

Jalin Kerja Sama Dengan PKK Kabupaten Gorontalo

DEMI PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN


Meskipun saat ini rutinitas Ketua TP. PKK Kabgor Rahmijati Bobihoe Jahya semakin kompleks dalam kapasitas selaku Anggota DPD RI di Ibukota Jakarta, bukan berarti menyurutkan perhatiannya bagi masyarakat kabupaten gorontalo, terbukti pada rabu kemarin 21/04 bertempat diruang pola kantor bupati Gorontalo TP. PKK kabupaten Gorontalo menjalin kerjasama kantor ketahanan pangan Kabupaten gorontalo yang ditandai dengan penanda tanganan MoU antara Ketua TP. PKK Rahmijati Jahya dengan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Daniel Rantelinggi terkait dengan percepatan panganekaragaman kansumsi pangan.

Rahmijati menjelaskan bahwa dibangunnya kerja sama dengan instansi kontor ketahanan pangan merupakan salah satu upaya yang dilakukan jajaran TP. PKK kabupaten Gorontalo dalam rangka untuk membantu pemerintah Daerah mewujutkan ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga, terutama rumah tangga miskin dalam bentuk penganekaragaman konsumsi pangan, peningkatan kualitas dan kuantitas konsumsi pangan dan menjaga keamanan pangan keluarga melalui pemberdayaan dan kesejateraan keluarga, dimana tujuan utama dari dilakukannya kerja sama adalah tidak lain untuk meningkatkan efektifitas efisiensi pelaksanaan kegiatan pemasyarakatan program pangan dan gizi melalui keterpaduan aksi perbaikan konsumsi pangan melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dan peningkatan status gizi anggota keluarga gina mempercepat pemantapan ketahanan pangan dan kualitas sumber daya keluarga.

Adapun ruang linkup kegiatan yang akan dilakukan dalam nota kesepahaman menurut Rahmijati meliputi pengembangan wilayah binaan, penyususnan materi sosialisasi dan gerakan pemasyarakatan pedoman gizi seimbang, mensosialisasikan informasi dan kegiatan diversifikasi pangan dan perbaikan gizi secara serasi, terpadu mulai dati tingkat kabupaten, keamatan,desa/kelurahan sampai ketingkat dasa wisma, dimana kedudukan TP. PKK bertanggung jawab pada tataran pengelolaan posyandu dalam rangka meningkatkan status gizi anak dan balita, penerapan pedoman gizi seimbang untuk meningkatkan knsumsi pangan beragam, bergizi dan berimbang, mewaspadai adanya pangan yang tidak aman sebagai bentuk untuk menghindari bahaya keracunan pangan dan menghindari penggunaan bahan tambahan pangan yang berbahaya, mengoptimalakan hatinya PKK, mengembangkan industri pangan rumah tangga serta bertanggungjawab pada pemanfaatan teknologi tepat guna dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan keluarga dilingkup PKK. Tandas Rahmi. 
Share:

Theme Support